Oleh: beehani4 | 9 September 2010

berapa gaji (anak) mu ?

Pada suatu hari seorang teman menelpon menanyakan kabar saya.
Setelah berbasa-basi sana-sini, sampailah pada topik tentang anak  saya, Apsaras yang baru dua minggu ini bekerja di Jakarta.
Mula-mula saya bercerita tentang perburuan kami akan kamar kos untuk Apsaras. Harga kamar dan tentang kondisi kamar serta lingkungan yang Apsaras harapkan.
Tiba-tiba teman saya ini bertanya berapa gaji Apsaras.
Saya menyebutkan sejumlah angka.
Teman : “Haah, kecil amat …. mana cukup di Jakarta sebesar itu. Kamu harus bantu dong”.
Saya : “Bantu ? …. Ah, tidak, biar dia belajar mengatur”.
Teman: “Tapi kan masak sih segitu ?”
Saya : ” Yaaa, emang segitu. Mana ada ? Fresh graduate ? Wong sebelumnya di Jakarta Barat, dia minta sekian-sekian, dianggap terlalu tinggi”.
Teman : “Masih training kali. Dulu Zahra (nama anaknya) juga begitu sih. Training 4 bulan, ga digaji. Tetapi sesudahnya gajinya $ 900,-”.
Saya : “Gak tahu lah training atau enggak. Pokoknya segitu”.
………

Saya mulai merasa tidak nyaman dan tersinggung.
Tetapi demi tata-krama, saya masih mendengarkan teman saya ini membicarakan anaknya …. bla-bla…..
Kenapa yaaa,  saya merasa terhina.
Memang, gaji Apsaras mungkin 1/4 gaji anak teman saya itu.
Lalu apa ?
Apsaras menerima pekerjaan itu. Perusahaan disain itulah yang memang menjadi tujuan pekerjaannya setelah dia lulus. Dalam 1 bulan setelah lulus dengan cum laude, memperoleh pekerjaan yang dia idam-idamkan ?
Bagi saya, ibunya, adalah karunia dari Allah.

Setelah kejadian tidak menyenangkan hati saya itu, saya berjanji pada diri saya.
Bahwa, siapapun yang menanyakan berapa gaji anak-anak saya ?
Saya tidak akan jawab.
Daripada saya menghadapi resiko terhina atau dibanding-bandingkan.

Bagi saya, sms berikut dari Apsaras :
“Bu, Insya Allah, bulan depan, Ibu gak usah kirim uang saku ke saya lagi”…………..
Adalah pernyataan kemandirian seorang anak, yang sungguh tak ternilai oleh uang, ribuan Dollar sekalipun.

Saya terharu dan bangga.

Alhamdulillah.


Tanggapan

  1. setuju bu…kemandirian seorang anak sunggguh tidak ternilai oleh uang…..sebuah anugerah jika seorang anak sudah bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri….membanggakan ya bu….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.